Menampilkan Posting
label NASIONAL
nasional

Perdagangan Senpi Digagalkan Polres Rohul

PASIRPANGARAIAN- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rokan Hulu (Rohul) berhasil menggagalkan perdagangan senjata api (Senpi) merk Winchester tanpa izin alias ilegal di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam. Dua pria yang akan akan menjual Senpi ditangkap polisi, yakni RA alias Riki (29) warga Afdeling 1

nasional

Nasib Ahok Bisa Keok Seperti Foke

Dalam kontestasi Pilkada, sesungguhnya yang paling menentukan bukanlah dukungan partai, melainkan sosok calon kepala daerah itu sendiri. "Di daerah-daerah itu sosok jauh lebih menentukan, bukan partai," kata pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhroh di Bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7). Jika

nasional

2019 Golkar Resmi Dukung Jokowi

Partai Golkar secara resmi mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2019. "Partai Golkar menyatakan mendukung dan mencalonkan Bapak Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019," kata Koordinator Bidang

nasional

Susno Duadji Resmi Gabung PDIP

Pensiunan bintang 3 Polri, Komjen Purnawirawan Susno Duadji kini telah menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Susno terlihat hadir dalam peringatan peristiwa 27 Juli 1996 di DPP PDIP Jakarta. Susno hadir lengkap dengan jas merah berlambang banteng moncong putih, tanda dirinya telah menjadi

nasional

Rizal Ramli Digeser Ahok Tertawa

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan komposisi baru Kabinet Kerja pagi tadi (Rabu, 27/7). Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli termasuk yang kena reshuffle jilid II. Posisi Rizal lantas digantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya Menko Politik Hukum dan HAM. Menanggapi reshuffle

nasional

Ini Menteri-menteri Baru Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan hasil perombakan kabinet (reshuffle) jilid ke-2 di Istana Negara. Ada sejumlah menteri yang dicopot dari posisinya dan digantikan dengan tokoh baru.  Selain ada menteri dan pejabat negara yang digeser ke posisi baru, ada pula nama-nama baru yang masuk dalam

441